Usut Dugaan Kartel Motor, Massa Gelar Aksi 30 S Ngamen di AHM & Astra Internasional

oleh -44.261 views

JAKARTA – Kelompok massa mengatasnamakan dengan Gerakan Lawan Mafia Kartel menggelar aksi 30 S mengamen di Astra Honda Motor (AHM) dan Astra Internasional, Senin (30/9/2019).

Demo lanjutan di CFD mengecam dugaan kartel motor itu kembali melakukan penggalangan dana duit receh untuk disumbangkan ke AHM dan Yamaha sebagai sumbangan membayar denda KPPU.

“Semoga AHM dan Yamaha bisa menjadi contoh perusahaan terbesar di Indonesia itu taat hukum dengan menjalankan putusan pengadilan sebagai bentuk hukuman. Ikuti aturan pemerintah jika masih ingin berinvestasi di negara ini, jangan membangkang,” tegas Arief kepada media yang menemuinya.

Sebelumnya, Pengadilan Negeri Jakarta Utara melalui putusan Nomor 163/Pdt.G/KPPU/2017/PN.Jkt.Utr. Tahun 2017 PT Astra Honda Motor selaku produsen motor Honda dinyatakan kalah melawan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), atas tuntutan sebagai kartel motor.

Putusan tersebut dikuatkan oleh Mahkamah Agung dengan dengan putusan Nomor 217 K/Pdt.Sus-KPPU/2019 Tahun 2019. Astra Honda Motor sudah dinyatakan bersalah dan harus membayar denda Rp. 22.5 Milyar.

Selain itu, mereka juga menuntut beberapa hal, antara lain: AHM harus segera meminta maaf kepada masyarakat Indonesia khususnya konsumen atas dugaan permainan kartel; turunkan harga motor yang di produksi oleh AHM, bayar denda untuk sangsi kasus kartel motor AHM, kembalikan uang konsumen sekarang juga (cash back Rp 3 juta) untuk motor Honda dan Yamaha yang dibeli tahun 2017-2019; meminta KPK untuk segera lidik dugaan mafia kartel yang sudah disampaikan KPPU.

“Aksi tidak hanya berhenti di sini saja, akan ada aksi lanjutan dengan massa yang lebih banyak. Masyarakat pengguna motor Honda dan Yamaha sangat dirugikan dan akan kami ajak untuk menuntut cash back, ini sebagai bentuk pertanggungjawaban atas aksi kartel yang sudah divonis MA,” katanya lagi.

Meskipun pernah ada perlakukan yang represif yang diterima mahasiswa namun mereka tetap tidak gentar untuk terus melakukan aksi hingga tuntutan terpenuhi.

“Kami tahu tadi setelah aksi mobil komando yang kami gunakan dibuntuti oleh orang yang diduga dari kacung AHM. Dia menggunakan sepeda motor Honda warna merah Nopol B 6047 UYJ. Kami tidak takut karena kami memperjuangkan masyarakat dan aksi kami legal, ada pemberitahuan ke kepolisian. Justru aksi pembuntutan itu bisa kami perkarakan. Kami ada dokumennya lengkap, tidak asal menuduh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *