28 Oktober, ABM Gelar Aksi Sindir Buku Merah Hingga Tuntaskan Kasus Novel

oleh -28.048 views

JAKARTA – Aliansi BEM Menggugat (ABM) berencana akan menggelar aksi turun ke jalan disaat momentum Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober 2019 di depan Istana Negara.

Dalam aksi yang mengambil tema “Reformasi Dijarah” itu, para mahasiswa dan pemuda menyampaikan beberapa sikap kritis salah satunya menyikapi Menteri yang masuk di Kabibet Indonesia Maju.

“Ada catatan merah ada Menteri yang pernah bersinggungan buku Merah. Bahkan ada yang diselamatkan gara-gara buku Merah. Dan sekarang kasusnya ditutup,” ungkap Jubir ABM M Nur.

Hal itu dia sampaikan saat jumpa pers dengan tema “Reformasi Dijarah” yang digelar di Omah Kopi 45 Gedung Joeang 45, Jumat (25/10/2019).

Selain itu, kata mereka, pihaknya menolak salah satu Menteri yang pernah kesandung pelanggaran Ham justru dipercaya sebagai Menhan.

“Yang plin plan siapa sebenarnya, kenapa ada Menteri yang kesandung pelanggar ham justru masuk,” ujarnya.

Kata Nur, saat masyarakat Indonesia telah mengalami kegelisahan dan kebijakan elit. Kebijakan tersebut sudah tidak kompromi lagi dengan kepentingan rakyat secara luas.

“Kami sebagai agent of change dan agent of control memiliki tanggungjawab besar untuk menyuarakan aspirasi mereka. Rakyat telah menitipkan pesan mulai itu di pundak para Mahasiswa, dimana reformasi telah dirampas oleh kepentingan elite dan oligarki,” tuturnya.

Ditambah lagi, katanya, dengan sikap represifitas aparat Kepolisian saat gerakan mahasiswa turun kejalan menyampaikan aspirasi masyarakat.

“Sekaligus kita akan gelar aksi tabur bunga kepada pejuang demokrasi yang gugur dimedan perjuangan saat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Polri harus dekat dengan rakyat, ingat perjuangan mahasiswa saat reformasi, sehingga Polri memisahkan diri dari ABRI,” jelasnya.

Nur juga mempertanyakan sikap Jokowi dalam upaya pemberantasan korupsi di periode kedua. Lahirnya UU KPK yang baru membuat KPK semakin tak berdaya, tak jelas.

“Bingung mau berbuat apa. Arahnya kemana, da dikerdilkan. Koruptor makin ganas merajalela, bebas makan duit rakyat,” sebutnya.

Lebih jauh, Nur kembali meminta kepada pemerintahan Jokowi untuk menuntaskan kasus Novel Baswedan yang sampai sekarang tak jelas perkembangannya.

“Presiden Jokowi kapan turun tangan selesaikan kasus Novel,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *