Pemuda Adat SERBATI; Partai Golkar dan PDIP Stop Berikan Rekomendasi ke Mukti dan Fachri

oleh -51.414 views

Tribunaktivis.com – Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) adalah salah satu Kabupaten yang dimekarkan berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 2003 bersamaan dengan Kab. SBB dan Kab. Kep Aru.

Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) terletak di pesisir timur pulau seram dengan luas keseluruhan wilayah kurang lebih 15.887,92 Km2 yang terdiri dari luas laut 11.935,84 Km2 dan luas daratan 3.952,08 Km2.

Hingga kini Kabupaten Seram Bagian Timur sudah memasuki dua dekade Kepemimpinan. Kepmimpinan Abdullah Vanath dan Siti Umuria Surwaki, selama sepuluh tahun (2005 – 2015), dilanjutkan lagi oleh Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri 2015-2020. Ujar, Jubir Pemuda Adat SERBATI (Fadli Rumakefing), Jum’at, (20/20).

Namun sayangnya selama dua dekade kepemimpinan tersebut Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) masih tertinggal jauh dengan Kabupaten Kabupaten lain yang ada di Provinsi Maluku. Padahal kita ketahui bersama bahwa Kab. SBT adalah salah satu Kabupaten di Provinsi maluku yang memiliki sumber daya alam yang begitu melimpah ruah baik dilaut maupun didarat. Kendati sayangnya semua itu tidak mampu dikelola oleh mereka mereka yang dipercayakan oleh rakyat untuk membangun Kab. Seram Bagian Timur. Tutur Fadli, via Releasenya

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa, pada fase kepemimpinan Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri, banyak terjadi praktek praktek korupsi yang terjadi di Kab. SBT yang sampai saat ini juga belum terungkap seperti kasus korupsi Anggaran Dana Desa, Sollar Cell dan kasus kasus korupsi lainya yang merugikan negara milyaran rupiah. Hal ini harus menjadi perhatian bersama anak negeri dan para penegak hukum baik di daerah maupun sampai ke pusat ibu kota negara.

“Masih teringat di ingatan masyarakat SBT tentang janji politik Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri tentang program mewujudkan 5000 lapangan kerja baru pada sektor industri dan usaha kecil, juga menyediakan pasokan air bersih dan listrik pada semua kecamatan dan desa yang di janjikan kepada rakyat, namun sayangnya itu hanya menjadi pemanis merebut kursi kekuasaan di Kab. SBT.”

Kendati belum genap satu periode Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri, mereka telah pecah ditengah jalan kekuasaan. Ada ambisi yang meluap, ada hasrat yang memanas, ada nafsu yang membuta. Mereka lupa janjinya kepada rakyat Abdul Mukti Keliobas mulai cuci tangan Fachri Husni Alkatiri mulai cuci tangan
Rakyat menjadi tumbal kekuasaan. Tuturnya

Fadli pun menjelaskan terkait adanya kondisi yang suram dari kepemimpinan Mukti dan Fachri. Fakta dilapangan menunjukan bahwa Kabupaten seram bagian timur dalam kondisi terpuruk baik dari segi pendidikan, ekonomi, budaya dan sosial lainya.

Kini Kabupaten Seram Bagian Timur masuk dalam liga pilkada serentak tahun 2020. Masyarakat harus sudah lebih cerdas dalam memilih nahkoda kapal SBT. Pastikan bahwa yang dipilih nanti pada liga pilkada 2020 bukan lah mereka para komprador komprador politik yang pandai bersilat lidah layaknya mereka yang hari ini memimpin Kabupaten Seram Bagian Timur. Ulasannya

Sebagai anak negeri Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), kami juga meminta kepada Partai Partai Politik yang ada di Jakarta (DPP PDI P – DPP GOLKAR – DPP GERINDRA – DPP PAN – DPP PKPI – DPP NASDEM – DPP DEMOKRAT – DPP PPP), dan partai politk lainya agar tidak memberikan dukungan dan rekomendasi kepada Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri pada laga PILKADA 2020 di Kab. Seram Bagian Timur. Tutupnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *