Soal Omnibus Law, Ajak Dialog Pemerintah dan DPR Tidak Asal Aksi

oleh -73.062 views

Tribunaktivis.com, Jakarta – Ketua BEM Universitas Islam Az-Zahra Jakarta, Novan, mengingatkan kepada seluruh elemen gerakan mahasiswa agar realistis dalam menyikapi isu RUU Omnibus Law. Baiknya, sebelum melakukan aksi, terlebih dahulu melakukan dialog dengan pemerintah dan parlemen agar isunya clear.

“BEM Az-Zahra dan BEM Mpu Tantular sepakat, mengajak kepada seluruh elemen mahasiswa agar merespons isu ini dengan menjalin dialog bersama pemerintah dan DPR,” ujar Novan dalam keterangannya, Senin (30/3/2020).

Sikap ini, kata Novan, didasari beragamnya tanggapan rakyat terhadap Omnibus Law. Ada yang menyebut positif, karena dapat menjadi upaya penguatan ekonomi nasional berupa lapangan kerja, membantu pertumbuhan ekonomi mikro, kecil, dan menengah. Kemudian, memperbaiki sistim ekonomi di sektor investasi pajak, dan pembangunan serta mengubah pola kerja, hubungan kerja dan sistim upah.

Namun, ada juga yang menolak, dari kalangan buruh hingga mahasiswa. Mereka beranggapan bahwa rancangan regulasi ini justru merugikan para pekerja. Di tengah perbedaan itu, Novan mengajak para akademisi khususnya elemen mahasiswa untuk melakukan dialog dahulu.

“Di dunia modern ini, kita dituntut untuk berpikir produktif, kreatif, dan inovatif. Tanpa rasa ketakutan dan dorongan provokatif dari oknum luar. Sebagai kaum intelektual, kami juga melakukan pengkajian terhadap RUU Omnibus Law dari dua sisi. Positif dan negatif,” tegasnya.

Setelah terjadi dialog dengan pemerintah dan DPR, kata Novan, para mahasiswa dapat lebih objektif dalam menyikapi pro maupun kontra ihwal RUU Omnibus Law.

“Terlebih saat mewabah virus corona begini, sebaiknya kita membantu pemerintah, bukan saling menyalahkan,” katanya.

Novan bercerita, BEM Az-Zahra bersama BEN Mpu Tantular sepakat, memilih bersikap netral terhadap isu ini. Artinya, tidak mendukung juga menolak. Namun, tetap mengawal proses intelektualitas hingga diskusi dengan tingkat DPR maupun pemerintah.

“Mahasiswa tidak boleh ditunggangi kelompok-kelompok lain yang memiliki kepentingan dibalik misi RUU Omnibus Law, karena mahasiswa akan menjadi garda terdepan dalam mendukung aspirasi rakyat,” pungkasnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *