Aktivis Jong Halmahera Soroti Kinerja Pemda dan DPRD Halbar di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -14.883 views

Jakarta – Ketiadaan Bupati dan Wakil Bupati serta beberapa anggota DPRD di Halmahera Barat, mendapat sorotan tajam dari Jong Halmahera 1914.

Jumaida Sajad, salah satu aktivis Jong Halmahera mengatakan, kondisi daerah saat ini tengah dalam masa pandemi Corona, namun kurang ada perhatian dari Pemda maupun DPRD Kabupaten Halmahera Barat. Minggu (2/08/2020).

Menurut Jumaida Sajad, banyak masalah yang membutuhkan perhatian dan keseriusan pemerintah daerah yakni bupati dan wakil bupati beserta beberapa anggota DPRD Halbar, namun sayannya, mereka malah sibuk di luar daerah.

“Ini contoh buruk pengelolaan pemerintahan daerah yang dipraktikkan oleh beberapa elit. Terbukti ketiadaan bupati dan wakil begitupun beberapa anggota DPRD karena kelaur daerah, sehingga dapat betpengaruh terhadap rutinitas pelayanan publik saat jam kerja di birokrasi maupun di kantor DPRD yang sunyi seperti kuburan,” ungkap Jumaida.

Jumaida bilang, publik Halbar bukan tak tahu menahu, kepentingan mendapatkan rekomendasi partai dalam menghadapi kontestasi Pemilukada 9 Desember nanti, mengantarkan para elit, sebut saja bupati, wakil bupati, Ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD yang berhubungan langsung dengan pencalonan hingga sampai saat ini masih berada Ibukota Jakarta.

“Publik tak mau tahu dengan kepentingan rekomendasi atau apapun itu, yang publik tahu, bupati, wakil bupati, Ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD harus fokus dan serius dalam mengelola pemerintahan di daerah ini,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Jong Halmahera meminta kepada bupati, wakil bupati, Ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD, agar tidak meninggalkan satu detik pun tugas dan tanggungjawab yang diberikan oleh masyarakat.

“Masyarakat bisa saja kehilangan kepercayaan kepada pemerintahan hari ini dan cenderung akan menjauhkan diri mereka dari proses pembangunan daerah yang sedang berjalan,” ungkpanya.

Untuk itu, sambung Jumaida, bahwa kepada bupati, wakil bupati, Ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD yang berstatus sebagai bakal calon maupun tim sukses yang akan meramaikan kontestasi Pilkada 9 Desember 2020, bahwa jangan pernah melupkan tanggung jawab atas jabatan yang dimiliki.

“Kepada DPRD, bupati dan wakilnya jangan pernah berlagak lupa akan jabatan kalian hari ini, mengurus pemerinthan dan mencalonkan diri adalah dua hal yang berbeda, Kalian masih aktif sebagai pejabat daerah yang digaji masyarakat untuk fokus berfikir dan bekerja,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *