JAKWIFI: Pentingnya Punya Pemimpin Dapat Merasakan Kesulitan Rakyat

oleh -8.569 views

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan jajaran Dinas Kominfotik pada hari Jumat, 28 Agustus 2020, bertempat di Gedung Balaikota Jakarta, meluncurkan secara virtual program Internet Untuk Semua JAKWIFI sebagai upaya penyediaan akses internet gratis yang menjangkau semua warganya, bahkan hingga ke permukiman padat penduduk.

Terobosan penyediaan internet gratis untuk semua tersebut mendapatkan apresiasi dari Reiza Patters, Mantan Tim Pakar Anies – Sandi. Dirinya menilai peluncuran Internet untuk semua merupakan langkah yang tepat untuk menjawab permasalahan yang dihadapi warga, terutama selama berlangsung Pembelajaran Jarak Jauh selama masa pandemi COVID-19.

“Selama masa Pembelajaran Jarak Jauh ini, banyak warga yang mengeluh karena tidak memiliki kuota internet, jadi JAKWIFI adalah solusi yang tepat bagi warga yang kesulitan akses internet. Jadi inilah arti penting memiliki pemimpin yang dapat merasakan kesulitan dari rakyat,” ujarnya. Sabtu (29/8/20).

Dia juga berharap penggunaan internet gratis tidak hanya di manfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa tapi dapat di gunakan juga oleh para lapisan masyarakat.

“Saya berharap penggunaan internet gratis tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh para pelajar dan mahasiswa yang mengikuti Pelajaran Jarak Jauh, tetapi dapat juga digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Para pelaku UMKM dapat mulai go online, demikian juga anak-anak muda yang memiliki bakat membuat konten kreatif,” paparnya.

Menurut Reiza, penyediaan akses internet gratis untuk warga merupakan upaya untuk secara konkrit mewujudkan Smartcity, sebuah kota yang cerdas dengan warga yang cerdas.

“Kita sering berbicara tentang membangun Smartcity sebagai penataan kota yang terintegrasi melalui penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) melalui smart governance, smart technology, smart infrastructure, smart healthcare, smart mobility, smart building, smart energy dan smart citizen. Namun kita melupakan bahwa sebenarnya akses warga terhadap internet masih sangat rendah,” Jelasnya.

Lebih lanjut, Reiza juga menjelaskan bahwa pada tahun 2019, baru 40 persen dari populasi Indonesia atau sekitar 100 juta orang memiliki akses pada internet. Sebagai perbandingan, 60 persen populasi Filipina dapat mengakses internet. Selain itu, penggunaan internet juga masih belum merata. Pengguna internet masih didominasi oleh masyarakat berpendidikan tinggi.

Untuk diketahui, Program JAKWIFI merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) serta PT Bali Towerindo Sentra.

Saat ini, tersedia 4.956 titik akses yang sedang ditingkatkan kapasitasnya secara bertahap. Perluasan penyediaan akses internet ini ditargetkan lebih dari 9.000 titik akses selama dua bulan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *