Korona Watch Apresiasi Kerja Cepat Tim Gabungan Pengungkap Fakta Kebakaran Gedung Kejagung RI

oleh -5.412 views

Jakarta –  Ketua Korupsi Nasional Watch (Korona Watch) Fadli Rumakefing mengapresiasi kerja cepat team gabungan pengungkap fakta di balik insiden terbakanya gedung Kejaksaan Agung RI pada 22 Agustus 2020 yang lalu. Di mana kata Kabareskrim, ada unsur kesengajaan sehingga gedung utama salah satu lembaga penegak hukum itu habis dilalap si jago mereh.

Menurut Fadli, pembakaran gedung Kejasaan Agung itu tidak bisa dipisahkan dari rentenan upaya penanganan kasus hukum di lembaga yang kini dipimpin oleh ST Burhanuddin itu. Salah satunya adalah kubangan kasus yang menyeret nama Djoko Soegiarto Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari.

“Insiden terbakarnya gedung utama Kejagung ini tentu tidak terlepas dari berbagai kasus-kasus besar yang sedang diproses oleh Kejagung. Dan juga yang jauh lebih penting adalah kasus Djoko Tjandra yang menyeret oknum-oknum penegak hukum Kejaksaan Agung dan Kepolisian,” kata Fadli kepada awak media, Jumat (18/9/2020) malam.

Selain itu Fadli juga menduga sebelumnya bahwa insiden kebakaran gedung utama Kejagung RI tersebut merupakan kamuflase yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.
“Dari awal kami sudah menganalisa bahwa kebakaran gedung utama Kejagung ini, semacam ada unsur kesengajaan yang terencana, sistematis dan dapat dipastikan bahwa oknum-oknumnya sangat terlatih,” ujarnya.

Pun juga Fadli berharap ada keadilan hukum yang harus ditegakkan di balik fakta sebenarnya kebakaran gedung utama Kejagung RI.
Di sisi lain, Fadli pun mengapresiasi sikap tegas dan komitmen Kabareskrim Mabes Pol Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam rangka menegakkan hukum seadil-adilnya, khususnya terkait dengan insiden di balik terbakarnya gedung utama Kejagung RI tersebut.

“Kami harap peyidikan yang dilakukan oleh tim gabungan untuk mengungkap fakta di balik insiden terbakarnya gedung Kejagung RI tidak hanya menemukan tersangka-tersangka yang dijadikan sebagai pion dalam kasus tersebut. Akan tetapi bongkar siapa otak intelektual pembakaran rumah penegak hukum itu,” pungkasnya.

Perlu diketahui, bahwa Komjen Pol Listyo menyatakan bahwa kejadian terbakarnya gedung Kejaksaan Agung RI masuk ke dalam peristiwa pidana. Kesimpulan itu diperoleh dari beberapa temuan di lokasi kejadian, serta pemeriksaan terhadap 131 orang saksi.

“Dan beberapa dilakukan pendalaman kemudian mendapatkan keterangan yang kami butuhkan proses selanjutnya, maka peristiwa yang terjadi sementara penyidik berkesimpulan dapat dugaan peristiwa pidana,” ujar Listyo dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (17/9).

Dari hasil pemeriksaan, Listyo juga menyebut dugaan penyebab sementara kebakaran di Kejaksaan Agung terjadi lantaran nyala api terbuka. Hasil itu didapatkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak enam kali.

“Puslabfor menyimpulkan bahwa sumber api bukan karena arus pendek, tapi karena nyala api terbuka,” kata Listyo.

Ia juga menyebut, bahwa munculnya api diduga berasal dari ruang rapat biro kepegawaian di lantai enam gedung utama, dan kemudian menjalar ke ruangan lain.

“Yang api dipercepat terjadi karena adanya akseleran pada lapisan luar gedung dan ada beberapa cairan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon, dan kondisi gedung yang hanya disekat oleh bahan mudah terbakar dan mempercepat proses,” imbuhnya.

Kemudian, status kasus ini pun dinaikkan dari penyelidikan menjadi penyidikan. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dugaan pasal yang digunakan adalah Pasal 187 dan Pasal 188 KUHP.

“Sepakat meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan, dengan dugaan Pasal 187 KUHP di mana barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran dengan hukuman paling lama 12 sampai 15 tahun penjara. Kemudian Pasal 188 barang siapa menyebabkan kebakaran akan dihukum maksimal 5 tahun,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *