Kemiskinan dan Kebodohan di Buru Selatan Menjadi Tontonan Publik

oleh -13.981 views

BURU SELATAN – Fungsi pemerintah selain melindungi rakyatnya dan juga harus memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.

Hadirnya Eksekutif dan Legislatif seharusnya penderitaan rakyat semakin berkurang, masyarakat terlindungi, terpenuhi semua kebutuhannya. Sehingga rakyat akan mencintainya dan disetiap kehidupan rakyatnya hanya namanya yang harum.

Seharusnya rakyat mendapatkan pelayanan yang pantas, namun, di Kabupaten Buru Selatan terjadi sebaliknya, kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan menjadi tontonan setiap saat.

“Listrik yang kurang memadai, jalan penghubung antar kecamatan hanya tinggal cerita, bahkan sampai kasus hukum mereka menjadi raja ditahta ketidakadilan.”

Seharusnya kondisi yang memprihatinkan ini, para perwakilan Rakyat (DPRD Bursel) mengambil sikap untuk menciptakan peluang kesejahteraan.

Padamnya lampu menandakan kurang tersentuh nurani pemerintah dan wakil rakyat disana. Bagaimana tidak, mereka hidup dalam satu rumpun, harusnya mereka turut merasakan dengan melihat pada sisi rakyat, bukan pada cara pandang mereka dan secepatnya mengambil kebijakan terkait persoalan yang selama ini menjadi tuntonan publik.

Lebih parahnya lagi, mereka kini, sibuk kampanye untuk memenangkan pasangan masing- masing menuju pilkada 9 Desember 2020 akan datang.

Untuk itu, sebagai generasi muda, kami berharap, pada pilkada desember 2020 ini, mereka dipilih untuk mengelola anggaran negara dan memberikan kepada orang yang tepat, serta mewujudkan tata keadilan yang seluruh warga merasakannya tanpa ada yang tertinggal. Bukan sebaliknya yang selama ini terjadi. (red/mt).

 

Penulis : Sa’ad Fatsey (Aktivis Mahasiswa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *