Mantan DPP IMM ; Selemah – Lemahnya Iman Aktivis Adalah Sebarkan Pamflet

oleh -4.510 views

TRIBUNAKTIVIS.COM – RUU Omnibus Law Cipta Kerja telah disepakati. Pembahasan RUU Cipta Kerja sedari awal telah menuai kontroversi. Pada bulan-bulan sebelum ini, aksi menolak RUU yang dulu dikenal sebagai Omnibus Law terus disuarakan oleh kelompok mahasiswa, LSM, dan pegiat buruh

Kita semua tahu bahwa, sejak awal, RUU ini langsung mendapat penolakan dari sejumlah kalangan, khususnya kaum buruh. Sebab, banyak aturan yang dianggap bisa memangkas hak buruh dan menguntungkan pengusaha. Pada 24 April, Presiden Jokowi mengumumkan pemerintah dan DPR menunda pembahasan RUU Cipta Kerja khusus untuk klaster ketenagakerjaan. Keputusan diambil untuk merespons tuntutan buruh yang keberatan dengan sejumlah pasal dalam klaster tersebut.

Keputusan tersebut mengundang reaksi dari berbagai kalangan terutama kalangan mahasiswa. Mahasiswa melakukan aksi di kota-kota besar seperti Bandung, Banten, Tangerang, Bogor, Bekasi, Solo, hingga Surabaya. Massa aksi secara terang-terangan menolak UU Kontroversial yang baru saja disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI, Senin (5/10).

Mahasiswa di bandung menggelar aksi unjuk rasa mendesak pemerintah mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan. Terpusat di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Selasa (6/10) siang hingga sore, massa menggelar aksi teatrikal hingga bakar ban.

Aksi demo yang yang sama juga berlangsung di Serang banten, masa aksi menutup ruas Jalan Raya Serang-Jakarta itu diklaim akan berlanjut Rabu (7/10) hari ini. Demo juga berlangsung di Kawasan Industri Modern Cikande, sejumlah buruh berkumpul dalam jumlah kecil di depan perusahaan masing-masing.

Menanggapi aksi tersebut, mantan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhamdiyah (DPP – IMM) Abdullah Keliobas, mengatakan bahwa, gerakan yang dibangun kawan – kawan mahasiswa adalah bentuk reaksi nyata dari aktivis. “Aksi adalah salah satu kewajiban aktivis.”

“Saya sangat mengapresiasi gerakan teman – teman saat ini, namun, Keliobas sangat sayangkan aksi tersebut, karena sudah telat,”RUU tersebut sudah disahkan oleh DPR RI dan Pemerintah.”

Walaupun sudah disahkan, tapi tetap semangat, “aktivis tidak boleh lemah, karena, “selemah – semahnya iman seorang aktivis adalah rame – rame memasang pamflet menolak kebijakan atau keputusan DPR dan Pemerintah”.  Tuturnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *